Pelajaran Penting dari Kisah Nabi Ibrahim, Hajar, dan Ismail
Pelajaran Penting dari Kisah Nabi Ibrahim, Hajar, dan Ismail adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Riyadhus Shalihin Min Kalam Sayyid Al-Mursalin. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I. pada Selasa, 2 Rajab 1447 H / 23 Desember 2025 M.
Kajian Tentang Pelajaran Penting dari Kisah Nabi Ibrahim, Hajar, dan Ismail
1. Ketaatan dan Pengorbanan Para Nabi
Para nabi dan rasul adalah pribadi yang senantiasa bersegera dalam menaati perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Nabi Ibrahim Khalilullah menunjukkan ketaatan luar biasa saat melaksanakan perintah untuk menempatkan istri dan putranya, Ismail, di lembah yang tandus tanpa pepohonan maupun air.
Selain ketaatan, kisah ini mengajarkan tentang pengorbanan dalam berdakwah di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dakwah pada hakikatnya memerlukan kesungguhan, keikhlasan, dan pengorbanan hal-hal yang dicintai. Allah Subhanahu wa Ta’ala pasti akan menolong orang-orang yang menolong agama-Nya. Oleh karena itu, dakwah tidak boleh dijadikan sarana untuk mencari kepentingan duniawi. Keikhlasan sangatlah penting karena Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menolong para penyeru agama-Nya yang ikhlas.
2. Kekuatan Tawakal kepada Allah
Kisah ini menunjukkan betapa kuatnya nilai tawakal pada diri Nabi Ibrahim dan Hajar. Hajar tetap teguh meskipun ditinggalkan bersama putranya yang masih kecil di tanah tandus. Keyakinan tersebut didasari pada prinsip bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala pasti mencukupi dan melindungi hamba-Nya yang bertawakal.
Hal ini selaras dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
…وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ…
“Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. At-Talaq [65]: 3)
Keyakinan Hajar terbukti saat ia bertanya untuk memastikan bahwa Allah yang memerintahkan Nabi Ibrahim meninggalkan mereka di tempat tersebut. Saat Nabi Ibrahim mengiyakan, Hajar menjawab dengan penuh keyakinan bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan mereka. Terbukti, hingga saat ini Makkah dijaga dan diberkahi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan berbagai kemudahan meskipun alamnya tandus.
3. Adab dalam Berdoa
Terdapat pelajaran mengenai adab berdoa melalui tindakan Nabi Ibrahim. Setelah berpisah dengan anak dan istrinya, beliau berdoa dengan menghadap ke arah Baitullah. Hal ini menunjukkan bahwa menghadap kiblat merupakan salah satu adab utama dalam berdoa, meskipun berdoa diperbolehkan dalam posisi apa pun.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga menerapkan adab ini, seperti saat memohon pertolongan kepada Allah ‘Azza wa Jalla pada Perang Badar dengan menghadap ke arah kiblat. Meskipun hukumnya sunnah, adab ini seyogianya dilaksanakan oleh setiap muslim.
4. Keutamaan Air Zamzam
Setelah kemunculannya, air Zamzam menjadi sumber makanan dan minuman utama bagi Hajar dan Ismail. Air Zamzam memiliki keistimewaan sebagai air yang diberkahi, yang berfungsi sebagai makanan sekaligus obat.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda mengenai air Zamzam:
إِنَّهَا مُبَارَكَةٌ، إِنَّهَا طَعَامُ طُعْمٍ، وَشِفَاءُ سُقْمٍ
“Sesungguhnya air zamzam itu diberkahi, ia adalah makanan yang mengenyangkan dan penawar bagi penyakit.” (HR. Abu Dawud)
Terkait hal ini, perlu ditegaskan bahwa anggapan mengenai adanya cabang sumur Zamzam di daerah lain yang jauh merupakan sebuah kedustaan dan termasuk khurafat yang tidak memiliki dasar dalam agama. Keistimewaan tersebut hanya diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala pada sumur Zamzam yang berada di Makkah.
Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 yang penuh manfaat ini.
Download MP3 Kajian
Podcast: Play in new window | Download
Artikel asli: https://www.radiorodja.com/55922-pelajaran-penting-dari-kisah-nabi-ibrahim-hajar-dan-ismail/